Growth Kabur Karena Rakyat Tak Punya Glorium

Opini  SENIN, 13 JANUARI 2020 , 08:18:00 WIB

Growth Kabur Karena Rakyat Tak Punya Glorium

Jokowi/Net

SECARA adatnya, pertumbuhan ekonomi dapat dikerek, jika pemimpinnya diganti.  Ganti si Jokowi, ayo taruhan potong leher, ekonomi meroket. Itu yang selalu dikerjakan orang.  Ekonomi melesak, ganti pemimpinnya. Sembuh?  73 persen sembuh.

Secara ilmu ekonomi, yang diperbaiki dengan mengganti pemimpin adalah faktor lucky (keberuntungan). Faktor lucky dalam ilmu ekonomi, menempati variabel teratas. Coba baca di bukunya Kwiek Kian Gie, "Ekonomi Bisnis" yang jadi pegangan di STIE Perbanas. Buku ini tepat untuk analisis bisnis, seperti kecanggihan Kwiek menganalisis bisnis.

Namun dalam analisis, Kwiek selalu mengesampingkan faktor lucky itu pada investasi, tetapi tidak menegasikan. Saya juga. Orang China justru memakai lucky sebagai faktor utama yang mereka sebut hongsui.

Selain bangsa China, Niccholo Machiavelli juga memakai lucky sebagai faktor dalam menganalisis keruntuhan Romawi di bukunya "Discoursi".  Orang Jawa, menjadikan lucky sebagai faktor dalam Ilmu Kejawen (Parsudi Suparlan, prof, 1986).

"Mengapa di Romawi, tidak lebih tiap 40 tahun, rezimnya selalu tumbang oleh pemberontakan?  Sedang di Yunani, lebih 900 tahun, di bawah hukum Liqurgus dijagai para Spartan, tak ada gejolak yang berarti", tulis Machiavelli di Discorsi.


Komentar Pembaca
Suri Teladan Perdamaian

Suri Teladan Perdamaian

MINGGU, 19 JANUARI 2020

Berburu Ketek Ogleng

Berburu Ketek Ogleng

SABTU, 18 JANUARI 2020

Koreksi Besar Ekonomi Tahun 2020

Koreksi Besar Ekonomi Tahun 2020

SABTU, 18 JANUARI 2020

Jualan 100 Dolar

Jualan 100 Dolar

SABTU, 18 JANUARI 2020

Anugrah Humor Paling Ambyar

Anugrah Humor Paling Ambyar

SELASA, 14 JANUARI 2020

Politik Ambyar

Politik Ambyar

SELASA, 14 JANUARI 2020

The ads will close in 10 Seconds